Pengertian dan Unsur-Unsur Audit

Pengertian dan Unsur-Unsur Audit

Pengertian dan Unsur-Unsur AuditUntuk memahami dengan jelas arti audit, definisi audit berikut ini diambil dari berbagai sumber:

1. Menurut Konrath (2002:5) dalam Sukrisno Agoes (2004:1)

Suatu proses sistematis untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara objektif mengenai dugaan kegiatan dan peristiwa ekonomi, untuk menentukan sejauh mana hubungan antara dugaan ini dan kriteria yang ditetapkan, dan untuk mengkomunikasikan hasilnya kepada pemangku kepentingan.’

2. Menurut Sukrisno Agoes (2004: 3)

“Sebuah tinjauan kritis dan sistematis oleh pihak independen atas laporan keuangan tahunan yang disiapkan oleh manajemen, bersama dengan dokumen akuntansi dan tanda terima untuk tujuan mengeluarkan opini audit atas kelayakan laporan keuangan tahunan.”

 

3. Menurut Mulyadi (2002: 9)

“Suatu proses sistematis untuk memperoleh dan mengevaluasi secara objektif bukti pernyataan tentang kegiatan dan peristiwa ekonomi dengan tujuan menentukan tingkat kesesuaian pernyataan ini dengan kriteria yang ditentukan dan mengkomunikasikan hasilnya kepada pengguna yang berkepentingan.”

 

Unsur – Unsur Audit

Menurut Mulyadi (2002:9), berdasarkan pengertian audit di atas, maka audit mengandung unsur-unsur sebagai berikut:

  1. Proses yang sistematis, yaitu pemeriksaan yang merupakan langkah atau proses yang logis, terstruktur dan terorganisir. Auditing dilakukan dengan serangkaian langkah yang terencana, terorganisir dan tepat sasaran.
  2. Memperoleh dan mengevaluasi bukti secara objektif, proses sistematis untuk memperoleh bukti yang menjadi dasar pernyataan individu atau usaha dan mengevaluasinya secara tidak memihak atau di bawah pengaruh bukti.
  3. Pernyataan tentang kegiatan dan peristiwa ekonomi, yaitu pernyataan tentang kegiatan dan peristiwa ekonomi yang merupakan hasil dari proses akuntansi.
  4. Menentukan tingkat kesesuaian. Dengan mengumpulkan bukti atas pernyataan dan mengevaluasi hasil pengumpulan bukti, ditentukan kesesuaian pernyataan dengan kriteria yang ditentukan. Tingkat kesepakatan antara pernyataan dan kriteria dapat diukur, mungkin kualitatif.
  5. Kriteria yang telah ditentukan. Kriteria atau standar yang menjadi dasar penilaian laporan (dalam bentuk hasil akuntansi) dapat berupa:
    1) Peraturan legislatif
    2) anggaran atau ukuran kinerja ditentukan oleh manajemen
    3) Prinsip Akuntansi yang Berlaku Umum (PABU) di Indonesia
  6. Penyerahan hasil (sertifikat), dengan penyampaian hasil secara tertulis berupa laporan pengujian (test report).
  7. Pemakai yang berkepentingan, pemakai laporan audit yang berminat adalah pemakai informasi keuangan, misalnya pemegang saham, manajemen, kreditur, calon investor, organisasi buruh dan otoritas pajak.

Dari beberapa definisi di atas dapat disimpulkan bahwa audit adalah suatu proses yang sistematis dan bertujuan untuk menelaah manajemen oleh para ahli (dengan keahlian sebagai auditor) dan independen (tanpa hubungan dengan perusahaan) dengan tujuan memberikan pendapat atas penerapan laporan keuangan tahunan. Sumber Rangkuman Terlengkap : https://www.sarjanaekonomi.co.id/