10 Penyakit Telinga Berbahaya Jika Tidak Diobati Dengan Armor

Manusia memiliki lima indera yang sangat penting dan saling berkaitan. Salah satu dari panca indera, indera pendengaran atau telinga, akan menangkap informasi melalui suara yang kemudian dikirim ke otak untuk diproses. Dengan telinga, kita bisa mendengar orang lain berbicara, musik, atau situasi di sekitar kita.

Namun, jika telinga terganggu, efektivitas pendengaran akan berkurang. Ada beberapa jenis gangguan atau penyakit telinga yang dapat mengganggu aktivitas, bahkan dapat menyebabkan kematian jika tidak ditangani dengan serius. Berikut ini adalah beberapa jenis penyakit telinga, dan cara mengobatinya:

1. Infeksi Telinga

Salah satu penyakit telinga yang paling umum pada manusia adalah infeksi telinga. Infeksi telinga dapat disebabkan oleh kuman, bakteri, dan virus yang menginfeksi telinga. Dimulai dari telinga luar, tengah, dan dalam. Infeksi telinga luar biasanya terjadi karena faktor kebersihan yang tidak dijaga dengan baik, metode pembersihan telinga yang tidak tepat. Infeksi telinga tengah sering terjadi pada anak-anak karena anatomi telinga mereka yang belum matang.

Sedang mencari alat bantu dengar? bisa kunjungi pusat alat bantu dengar aqm-hearingcenter.com

Selain itu, infeksi ini juga disebabkan oleh bakteri dan virus yang masuk ke telinga anak. Infeksi rongga telinga tengah biasanya dapat menyebabkan botol tertinggal dengan cairan. Infeksi telinga dapat diobati, dengan menjaga kebersihan dan kehati-hatian saat memetik atau membersihkan telinga.

Jika ada infeksi, antibiotik dan obat penghilang rasa sakit dapat digunakan. Namun, penanganan khusus harus segera dilakukan jika terjadi infeksi telinga akibat adanya virus.

Sebaiknya Anda langsung ke dokter spesialis THT untuk tindakan lebih cepat, agar infeksi telinga tidak menyebabkan gangguan pendengaran yang lebih parah.

2. Kanker telinga

Penyakit telinga berikutnya adalah kanker telinga. Kanker telinga biasanya menyerang kulit di bagian luar telinga. Namun, itu mungkin terjadi di saluran di tengah telinga. Kanker telinga luar biasanya ditandai dengan adanya keropeng selama bertahun-tahun yang berada di bagian luar atau samping telinga.

Selanjutnya adalah kanker saluran telinga. Kanker di telinga dapat menyebabkan gangguan pendengaran masuk dan keluar dari saluran telinga. Kelumpuhan juga dapat terjadi pada sisi telinga yang terkena kanker.

Kemudian yang terakhir adalah kanker telinga tengah. Gejala yang paling umum adalah gangguan pendengaran, kelumpuhan wajah, keluarnya cairan bertahun-tahun dari telinga bagian dalam disertai darah. Dari berbagai jenis kanker yang menyerang telinga, pengobatan hingga operasi dan radiasi harus dilakukan dengan cepat agar kanker tidak menyebar dan semakin parah.

6. Neuroma akustikus

Penyakit telinga ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti penebalan atau pecahnya membran timpani, penyumbatan saluran telinga yang disebabkan oleh minyak serumen, pengapuran tulang pendengaran, kerusakan saraf pendengaran, hingga kekakuan stapes di tingkat oval.

Telinga yang konduktif akan membuat telinga tidak dapat mendengar karena adanya gangguan pada penghantar getaran suara.

Konduksi telinga dapat diatasi dengan membersihkan telinga sehingga kotoran di telinga dapat dikeluarkan. Minyak dan cairan khusus dapat digunakan untuk melonggarkan kotoran yang mengeras di telinga, sehingga lebih mudah dikeluarkan. Sebaiknya Anda mengunjungi dokter spesialis THT agar sesuai dan tidak berbahaya.

4. Tinitus

Tinnitus adalah salah satu jenis penyakit telinga yang membuat orang yang menderita penyakit ini mendengar suaranya, desitan, atau suaranya sibuk. Meski tingkat suara tiap penderita berbeda-beda, namun secara umum suaranya mengganggu dan sulit dijelaskan. Tinnitus dapat terjadi hanya pada satu telinga.

Meski penyakit telinga ini bisa disembuhkan dengan sendirinya, namun jika ada suara mendesis yang mengganggu dan berkepanjangan, sebaiknya segera periksakan penyakit ini. Terapi suara biasanya akan dilakukan untuk mengobati penyakit ini.

5. Meniere

Penyakit telinga berikutnya adalah Meniere. Meniere akan menyerang telinga bagian dalam ke dalam sistem vestibular yang membantu menjaga keseimbangan. Meniere juga dapat menyebabkan tinnitus (sakit telinga di telinga), kurang keseimbangan, dan vertigo. Pada telinga penyakit ini menyerang bagian koklea, yaitu organ corti yang membengkak.

Meski para ahli belum bisa memastikan penyebab penyakit telinga ini, pengobatan Meniere dilakukan hanya untuk menghilangkan pusing dan mengontrol cairan dalam tubuh yang terkena telinga. Namun, jika Meniere terlalu mengganggu, operasi juga bisa dilakukan.

6. Neuroma akustikus

Neuroma akustik atau schwannoma vestibular adalah penyakit telinga berupa tumor jinak yang menyerang saraf vestibular atau saraf yang menghubungkan telinga bagian dalam dengan otak. Penyakit telinga ini menyebabkan penderitanya mengalami gangguan pendengaran, pusing, kesulitan menelan makanan, mati rasa, mati rasa pada salah satu atau kedua sisi wajah, hingga kehilangan keseimbangan.

Neuroma akustik dapat terjadi di kedua telinga atau hanya satu sisi. Pengobatan untuk neuroma akustik dapat dicapai dengan pemantauan, pembedahan dan terapi radiasi. Hal ini dilakukan sesuai dengan kondisi dan tidak signifikannya tumor pada pasien.

7. Othematoma

Penyakit telinga othematoma adalah penyakit yang menyerang cuping telinga, di mana cuping telinga memiliki kumpulan darah. Dalam istilah medis othematoma juga sering disebut sebagai auricular hematoma. Othematoma itu sendiri mungkin karena rasa sakit di cuping telinga yang kemudian berdarah dan darah menumpuk di celah antara tulang rawan dan kulit.

Anda butuh layanan tes pendengaran tangerang dan sekitarnya? bisa cek pada tautan tersebut.

Pengobatan otomatis othematoma harus diberikan sesegera mungkin. Pendarahan dari daun telinga adalah salah satu perawatan utama yang harus dilakukan. Jika othematoma tidak diobati dengan cepat, bekuan darah bisa menjadi serius dan memerlukan sedikit operasi.

8. Perikondritis

Telinga memiliki jaringan yang memberikan nutrisi dan melindungi tulang rawan daun telinga. Jaringan ini adalah perikondrium. Perikondrium kemudian terinfeksi dengan infeksi bakteri yang pada akhirnya akan menyebabkan perikondritis.

Perikondritis sendiri terjadi karena rasa sakit atau cedera pada daun telinga. Biasanya cedera ini terjadi karena tindikan di cuping telinga, olahraga, gigitan serangga, luka bakar di cuping telinga, infeksi telinga luar.

Perikondritis dapat ditangani oleh dokter umum atau spesialis THT. Penderita perikondritis juga akan diberikan antibiotik agar cederanya tidak semakin parah.

9. Otosklerosis

Otosklerosis adalah penyakit telinga yang mengganggu fungsi pendengaran pada manusia. Penyebabnya adalah karena pembentukan jaringan seperti tulang di telinga tengah dan telinga bagian dalam yang mencegah tulang stapes (tulang telinga tengah yang menempel pada telinga bagian dalam) untuk mentransmisikan suara. Penyebab otosklerosis umumnya bersifat genetik atau keturunan.

Mengatasi otosklerosis dapat dilakukan dengan menggunakan alat bantu dengar jika kondisinya masih ringan. Namun, jika kondisi saya sudah parah, bisa diobati dengan menghilangkan tulang stapes kemudian menggantinya dengan tulang tiruan untuk mengembalikan fungsi pendengaran pasien.

10. Barotrauma

Barotrauma adalah kerusakan jaringan pada telinga akibat tekanan dalam tubuh dan tekanan udara atau kondisi sekitarnya. Barotrauma sering terjadi saat bepergian dengan pesawat atau saat berenang. Gejala umum yang dialami penderita barotrauma adalah rasa tidak nyaman pada telinga seperti rasa penuh, telinga bengkak, nyeri, kerusakan telinga, pendarahan, tinitus, dan mimisan.

Barotrauma dapat diobati dengan mengambil tindakan ringan seperti menguap, mengunyah permen di pesawat, memberikan obat antiinflamasi nonsteroid seperti ibuprofen, naxproxen, atau obat nyeri analgesik untuk menghilangkan rasa sakit atau ketidaknyamanan di telinga.

Beberapa penyakit telinga atau gangguan telinga dapat diobati dengan menjaga kebersihan diri dan berhati-hati saat melakukan aktivitas. Namun, ada juga beberapa penyakit telinga yang perlu dikonsultasikan dengan dokter spesialis THT agar pengobatannya bisa optimal.