Cerita Rakyat Tentang Kisah Si Pencuri Teman

Cerita rakyat adalah metode yang paling tepat untuk memberikan pembelajaran dengan contoh nyata. Salah satu jenis cerita yang bisa digunakan adalah cerita rakyat tentang pertemanan. Hal ini sesuai dengan pengajaran agar anak senang berteman dengan siapa saja.

Dongeng tentang pertemanan yang cocok untuk mengajarkan tentang hal ini adalah Kisah Pencuri Teman. Dalam kisah ini tentunya bisa diambil hikmah yang diberikan nantinya. Mulai dari cara berteman dan menjaga pertemanan.

Cerita Rakyat Tentang Kisah Si Pencuri Teman

Cerita rakyat ini diawali dari adanya dua gadis sebaya yang berteman baik di sebuah desa. Dalam desa tersebut juga ada seorang gadis penyendiri yang tidak memiliki teman. Berbeda dengan dua gadis tersebut, gadis penyendiri ini selalu mengerjakan apa pun hanya sendirian.

Kemudian pada suatu hari dua gadis tadi sedang mencuci baju di sungai. Kebetulan di sana juga ada gadis penyendiri yang tidak punya teman tadi. Akhirnya mereka pun bertemu dan bercengkerama mengobrolkan hal sehari-hari.

Kemudian gadis penyendiri itu mengeluh karena ke mana-mana dia selalu sendirian karena tidak punya teman. Sepertinya dia iri dengan dua gadis tersebut karena memiliki teman untuk melakukan pekerjaan.

Sampai akhirnya karena Ia penasaran akhirnya dia pun bertanya bagaimana cara memiliki teman? Hanya saja gadis pertama tidak menganggapnya serius dan hanya menjawab untuk mengambil temannya saja.

Walaupun niatnya sebenarnya hanya untuk bercanda namun bagi gadis yang tidak memiliki teman tadi hal tersebut dianggap sangat serius. Akhirnya dia memikirkan cara yang tepat untuk memisahkan mereka berdua dan mengambilnya sebagai teman. Pikirnya, dengan melakukan hal tersebut dia tidak akan sendirian lagi.

Kemudian Gadis yang tidak memiliki teman itu memberikan pengaruh buruk pada gadis pertama. Dia bercerita bahwa gadis kedua sebenarnya tidak benar-benar baik. Melainkan hanya berpura-pura dan sebenarnya tidak suka dengan gadis pertama.

Tidak berhenti di situ saja dia juga berkata hal yang sama pada gadis kedua. Dia menghasut dengan kata-kata yang meyakinkan sehingga membuat kedua teman itu akhirnya bertengkar. Mereka tidak lagi berteman dan gadis tidak punya teman tadi berteman dengan salah satu gadis tersebut.

Namun tentu saja suatu hal buruk yang disembunyikan tidak akan bisa bertahan lama. Sampai akhirnya dua gadis yang berteman dan sedang bermusuhan tersebut tidak sengaja bertemu di sungai. Dikarenakan tidak enak terlalu lama memendam permasalahan akhirnya mereka saling bicara.

Dengan begitu terungkaplah sudah bahwa selama ini mereka hanya saling salah paham akibat hasutan gadis penyendiri tersebut. Akhirnya mereka menangis dan saling berpelukan lagi. Mulai hari itu mereka kembali berteman seperti sedia kala.

Gadis penyendiri pun kaget melihat kedua gadis itu berbaikan dan berteman kembali. Ternyata memisahkan mereka cukuplah sulit karena kepercayaan dan ikatan pertemanannya sudah sangat kuat. Dia sudah salah menilai pertemanan yang dimiliki oleh mereka berdua.

Sementara gadis yang tidak punya teman itu kembali sendirian dan menyesali perbuatannya. Sikapnya yang tidak baik membuatnya tidak pernah memiliki teman selamanya. Sementara kedua gadis itu selalu berteman selamanya.

Sepertinya gadis itu menyesali perbuatannya karena sudah melakukan hal yang salah. Orang yang jahat tentu tidak akan mendapatkan teman sampai kapan pun. Sementara orang yang baik akan banyak orang yang ingin berteman.

Dari cerita rakyat pertemanan tersebut Anda bisa mengambil pembelajaran bahwa berteman itu bukan karena hal yang mudah. Melainkan kepercayaan dan sikap baik yang diberikan oleh setiap temannya. Jangan mudah percaya dengan hasutan sehingga meninggalkan temanmu yang tidak tahu apa-apa.